Rembang,7-Oct-2009; 06:00
Training TSE BKK Lasem
Pelayanan adalah modal utama usaha di bidang perbankan. Maka peningkatan mutu pelayanan harus terus dilakukan demi memberikan kepuasan tertinggi kepada nasabah. "Andalan kami dari dulu hingga sekarang dalam membesarkan BKK Lasem hanya satu yaitu pelayanan. Untuk itu kami tidak pernah main-main dalam hal pelayanan ini.", demikian kata Bapak H. Soetarjo, SE, MM., Dirut PD. BPR BKK Lasem, dalam pembukaan pelatihan Towards Service Excellence(TSE).
Pelatihan TSE yang dilakukan selama dua hari ini merupakan angkatan ke 7 yang diikuti sebanyak 18 peserta. Bertempat di Aula Bappeda Rembang bekerja sama dengan Galfari Consultant Yogyakarta.
Training yang dirancang dengan konsep edutainment ini tidak sekedar sebagai ajang belajar, tetapi juga sebagi sarana refreshing bagi peserta di tengah kepenatan bekerja.
Semua peserta tampak sekali menikmati pelatihan ini. "Ini sungguh training yang luar biasa, metode dan trainernya sangat profesional, pokoknya keren habis deh", kata Dhani Suryaningtiyas, salah satu peserta training.
Training ini sesungguhnya lebih menggugah kembali ingatan peserta akan arti pentingnya pelayanan. "Kepuasan itu hanya didapat ketika kita mau memberi kepuasan kepada orang lain, intinya berilah dulu pasti engkau akan menerima. Bagi yang tidak pernah memberi jangan pernah berharap untuk menerima. Demikian halnya di dalam konsep pelayanan, berilah kepuasan kepada pelanggan dan perusahaan, pasti dengan sendirinya kita akan mendapatkan kepuasan itu.", demikian kata Fatik Wijaya, trainer dalam pelatihan ini.
Sesungguhnya tidaklah sulit untuk memberikan pelayanan prima. Sebab secara teori jika seorang sudah mempunyai budaya efisien dan sopan pastilah dia sudah dikatakan berpelayanan prima (service excellence). Namun masalahnya adalah tidak semua orang dapat melakukan itu dengan benar sehingga mendapatkan kesulitan dalam penerapannya.
Training ini justru menekankan pada pembentukan budaya itu sendiri, dengan menggunakan metode role play setiap peserta dilatih satu per satu melakukan yang benar dengan benar sampai benar-benar mereka dinyatakan bisa. Sebab tidak ada metode pembentukan budaya (karakter) kecuali harus dilakukan dengan keterpaksaan.
Keterpasanan yang dilakukan dengan sengaja dan terus-menerusa akan membangun karakter dan karekter yang dibangun terus menerus akan menjadi budaya. Dan jika sudah menjadi budaya, seseorang tidak lagi merasakan itu sebuah keterpaksaan. Bahkan ketika mereka melakukan itu sudah diluar kesadaran mereka, sebab itu sudah masuh ke alam bawa sadarnya.
Pelatihan ini sungguh merupakan palatihan yang luar biasa, yang menyadarkan setiap peserta akan hakikat kehidupan yang sesungguhnya, yaitu untuk memberikan pelayanan. Tidak hanya penting untuk di lingkungan kerja mereka tetapi juga dalam kehidupan yang lebih luas. Dan tidak hanya untuk kesuksesan di dunia, tetapi juga untuk meraih kesuksesan di ahirat.
Hal ini seiring dengan apa yang disampaikan Bapak Drs. Amin Mansyur, Direktur Umum PD BPR BKK Lasem bahwa kunci kesuksesan itu ada 4 hal dan siapa biasa memilikinya pastilah ia akan sukses di dunia dan ahirat, yaitu Iman, Ilmu, Organisasi dan Ekonomi.