Yogyakarta,11-Sept-2009; 09:00
Professional Teacher Mu'alimin
Sebanyak 50 guru Madrasah Mu'alimin Yogyakarta mengikuti pelatihan "Professional Teacher" di Masjid Mu'alimin Yogyakarta pada hari Kamis, 10 September 2009.
Kegiatan rutin para guru Mu'alimin ini kali ini mengundang narasumber dari Galfari Consultant, Ir. Fatik Wijaya, MM. Hal ini dilakukan untuk memberikan nuansa yang lain dari biasanya.
Dalam pemaparannya, Fatik Wijaya menjelaskan bahwa untuk menjadi sorang guru yang professional disyaratkan tiga hal: Pertama, sang guru harus mempunyai Knowledge yang tinggi. Pengetahuan yang utama yang harus dikuasai tentu saja tentang materi yang akan diajarkan. Pengembangan pengetahuan akan materi tidak sekedar terpaku pada buku paket, tetapi sang guru harus mempu menggali dari sumber lain, misalnya internet, perpustakaan atau sumber lain. Pengayaan ini penting guna membuat meteri yang kaya sumber sehingga dapat meningkatkan pemahanan murid akan materi yang disampaikan.
Kedua, sang guru harus memiliki "Skills" yang tinggi. Keterampilan yang paling dasar bagi para guru adalah komunikasi. Sang guru harus menarik dalam menyampaikan materi ajar dengan teknik komunikasi yang tinggi. Tidak sekedar dengan "kata" tanpa diiringi dengan "intonasi" yang manarik, tetapi juga menggunakan "bahasa tubuh" yang menginspirasi sehingga materi yang disampaikan dengan mudah dapat ditangkap oleh anak didik. Keterampilan ini dengan sendirinya akan menjadi hal yang sangat luar biasa sekiranya sang guru mau terus berlatih. Menyediakan waktu husus tiap hari meski hanya 10 menit untuk beridiri di depan kaca dan berlatih untuk meningkatkan komunikasi adalah sangat disarankan.
Ketiga, sang guru harus mempunyai "Attitude" yang tinggi. Sikap mental yang harus melekat pada guru adalah jujur, semangat, pantang menyerah, kreatif, berakhlak mulia, dan sikap-sikap diri mulia yang lain. Justru attitude inilah yang merupakan pilar penting dalam pendidikan. Sebab tanpa sikap mental yang baik, maka hilanglah ruh dari pendidikan yang dilakukan. Apalagi dalam kondisi saat ini, dimana pendidikan kita menjadi sorotan banyak pihak dengan sikap mental yang dimiliki sang guru saat ini. Kasus yang paling nyata adalah saat dilaksanakannya UNAS, didapati kecurangan dan ketidakjujuran yang terjadi di sama-sini, dimana sang guru mempunyai andil terbesar di sini. Sikap membiarkan anak didik untuk curang dan tidak jujur saat UNAS adalah penghancuran lembaga pendidikan yang justru harus dijunjung tinggi. Bukankah jika pendidikan sudah mengabaikan bahkan mentolerir ketidakjujuran, maka jangan heran jika akan terjadi kehancuran di kemudian hari ketika murid-murid ini sudah memegang kekuasan dan sebagainya, maka mereka akan dengan mudah melakukannya.
Maka, justru inilah persoalah yang kita hadapi saat ini. Tanpa moralitas yang tinggi, maka apalah artinya jika seseorang mempunyai Knowledge dan Skills yang tinggi.
Pelatihan ini sungguh menginspirasi para peserta dengan setting penyampaian materi yang berbeda dari biasanya. Hal ini sengaja dilakukan agar para peserta dapat mengambil inspirasi metode pangajaran yang lain yang nantinya dapat diterapkan di kelas.
"Training ini sungguh luar biasa, Bagi saya ini adalah hikmah Ramadhan. Selama saya menjadi guru baru 2 kali ini saya dapat pemateri yang selalu semangat. Sayang waktunya yang terbatas." kesan Bapak Purwanto, salah satu peserta.
Pelatihan yang hanya berlangsung 2 jam ini ditutup tepat saat Sholat Dzuhur oleh Bapak Muhammad Ikhwan Ahada, S.Ag, Direktur Madrasah Mu'alimin Muhammadiyah Yogyakarta dengan harapan training ini dapat memberikan bekal kepada para guru untuk menjadi guru yang profesional dan semoga kerjasama dengan Galfari ini dapat dilanjutkan dengan program-program lainnya.